BeritaORGANISASIPangkalpinangPemerintahanPendidikanPerguruan Tinggi

Dari Ruang Rektor UNMUH Babel, ImWa Bawa Pulang Gagasan: Pendidikan, Lingkungan, dan Masa Depan Anak Muda

×

Dari Ruang Rektor UNMUH Babel, ImWa Bawa Pulang Gagasan: Pendidikan, Lingkungan, dan Masa Depan Anak Muda

Sebarkan artikel ini

Dari Ruang Rektor UNMUH Babel, ImWa Bawa Pulang Gagasan: Pendidikan, Lingkungan, dan Masa Depan Anak Muda (E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Tidak semua pertemuan berakhir ketika kursi ditinggalkan dan pintu ruangan ditutup. Ada pertemuan yang justru meninggalkan gagasan untuk dibawa pulang dan amanah untuk dijalankan.

Itulah yang terasa dalam kunjungan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imam Wahyudi, S.IP., M.H., ke Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Babel, Jumat (7/8).

Imam Wahyudi atau yang akrab disapa ImWa datang bukan sekadar untuk bersilaturahmi. Ia membawa isu yang jauh lebih besar: bagaimana memperkuat sumber daya manusia, membangun pendidikan yang lebih berkualitas, sekaligus memastikan lingkungan Bangka Belitung tetap terjaga.

Ia berdiskusi langsung dengan Rektor UNMUH Babel, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM, yang juga aktif dalam isu pengelolaan lingkungan melalui Forum DAS Babel.

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Rektor UNMUH Babel. Hadir pula Ketua BPH UNMUH Babel Dr. Asyraf Suryadin, Wakil Rektor Gatot Aprianto, M.Pd., serta Kabiro Sumber Daya Zuriat Ifada, M.M.

Di ruangan itu, batas antara kampus dan politik seolah mencair. Yang muncul bukan sekadar percakapan formal, melainkan pertukaran gagasan tentang masa depan Bangka Belitung.

Pendidikan dibicarakan sebagai fondasi. Sumber daya manusia ditempatkan sebagai kekuatan utama. Sementara lingkungan dipandang sebagai warisan yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan sesaat.

Fadillah Sabri memberikan pesan sederhana, tetapi dalam maknanya. Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh berhenti belajar dan harus terus memperbesar kapasitas diri agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas.

“Teruslah membesarkan kapasitas diri agar kita mampu memberi lebih banyak kepada masyarakat. Sebab tugas pemimpin sejatinya adalah mengubah masalah menjadi masyaallah,” pesan Fadillah.

Ia juga mengaku senang melihat kiprah Imam Wahyudi, putra Tanah Baweh, Kabupaten Bangka, yang kini dipercaya menjadi anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut Fadillah, ImWa memiliki kemampuan merespons persoalan dengan baik sekaligus kemauan untuk terus belajar.

“Alhamdulillah, beliau sangat responsif dan cerdas dalam memahami berbagai persoalan. InsyaAllah beliau akan terus mengupayakan dan memperkuat literasi pendidikan bagi anak muda, sekaligus ikut menjaga lingkungan hidup agar tetap lestari,” ungkapnya.

Percakapan kemudian berlanjut pada sebuah simbol yang sederhana, tetapi sarat makna.

Fadillah menyerahkan buku karyanya mengenai kulong, sekaligus sinopsis disertasinya tentang kepemimpinan kepada Imam Wahyudi.

Bagi ImWa, itu bukan sekadar buku untuk dibawa pulang.

Di dalamnya ada pengalaman, pengetahuan, dan pemikiran yang bisa menjadi bahan untuk memperkaya perspektif dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *