“Kita akan memilih momentum pertandingan yang paling menarik agar antusiasme masyarakat benar-benar terasa,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin menegaskan bahwa antusiasme masyarakat harus diimbangi dengan kesiapan teknis yang matang. Ia meminta seluruh aspek diperhitungkan secara detail, mulai dari keamanan, ketertiban umum, pengaturan waktu, hingga kesiapan layar LED dan fasilitas pendukung lainnya.
Menurutnya, jangan sampai kegiatan yang bertujuan menghibur justru menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
“Jangan sampai nobar ini menimbulkan persepsi negatif karena digelar di hari kerja atau berlangsung terlalu larut malam hingga mengganggu ketertiban,” tegasnya.
Meski demikian, Saparudin memastikan Pemerintah Kota tetap mendukung penuh kegiatan tersebut karena diyakini mampu menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus hiburan publik yang positif.
Dalam pembahasan itu, Taman Wilhelmina Pangkalpinang disebut menjadi lokasi paling ideal dibandingkan Alun-Alun Taman Merdeka. Selain lebih representatif, lokasi tersebut dianggap lebih mudah untuk pengaturan massa, pengamanan, dan penempatan area UMKM.
“Kalau di Alun-Alun aktivitas masyarakat sangat padat sebagai ruang publik. Taman Wilhelmina lebih memungkinkan untuk kegiatan berskala besar seperti ini,” jelasnya.
FIFA World Cup 2026 sendiri akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen kali ini akan mencetak sejarah baru dengan melibatkan 48 negara peserta dan total 104 pertandingan sepanjang kompetisi berlangsung.












