Kini, dengan fiber baru, harapan itu kembali tumbuh.
“Ikan bisa tahan lebih lama. Kami bisa melaut lebih tenang, tidak khawatir hasilnya rusak,” kata Mudiman.
Ia mengaku, bantuan ini terasa sangat berarti, apalagi dengan harga fiber yang cukup mahal bagi nelayan kecil.
“Kami benar-benar terbantu. Ini pertama kalinya kami dapat bantuan seperti ini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah PT TIMAH yang dinilai hadir tepat pada kebutuhan nelayan.
“Semoga PT TIMAH terus sukses dan tetap peduli dengan masyarakat pesisir seperti kami,” harapnya.
Di balik bantuan itu, ada perubahan yang perlahan terjadi. Bukan hanya pada kualitas ikan, tetapi juga pada semangat para nelayan.
Karena bagi mereka, menjaga ikan tetap segar bukan sekadar soal hasil tangkapan—melainkan tentang menjaga harapan agar tetap hidup.












