Menariknya, PT TIMAH tidak hanya mengandalkan tanaman cepat tumbuh. Tanaman produktif dan spesies lokal turut menjadi prioritas, sebagai bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis lingkungan.
Anggi Siahaan, Department Head Corporate Communication PT TIMAH, menegaskan bahwa reklamasi telah menjadi bagian integral dari strategi perusahaan.
“Ini bukan sekadar kewajiban, tetapi komitmen kami untuk memastikan lahan pasca tambang kembali memberi manfaat. Kami ingin menghadirkan nilai tambah, baik dari sisi lingkungan maupun sosial,” ujarnya.
Selain itu, perusahaan juga mengakselerasi program lingkungan lainnya, seperti rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman mangrove, dan konservasi keanekaragaman hayati.
Dengan langkah konsisten ini, PT TIMAH tidak hanya menambang, tetapi juga menata masa depan—mengubah jejak tambang menjadi ruang kehidupan yang berkelanjutan bagi Bangka Belitung.












