“Sinergi ini harus terus diperkuat, karena di sinilah kunci pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan hari pertama menjadi bukti nyata kolaborasi tersebut. Mulai dari penyerahan sertifikasi halal, akad pembiayaan UMKM, hingga kerja sama bisnis antara pelaku usaha dan jaringan pesantren. Dukungan terhadap digitalisasi juga diperkuat melalui distribusi QRIS Soundbox kepada pelaku usaha.
Tak kalah penting, sejumlah inisiatif strategis turut diluncurkan, seperti Wakaf Waste Box, Koperasi Hebitren, serta kolaborasi laboratorium halal antar perguruan tinggi. Semua ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem halal yang terintegrasi.
Selama pelaksanaan, masyarakat disuguhkan berbagai kegiatan menarik dan edukatif—bazar UMKM, pelatihan halal, talkshow, hingga kegiatan sosial dan keagamaan yang memperkuat nilai kebersamaan.
Menutup pernyataannya, Rommy menegaskan bahwa BEKISAH adalah langkah nyata menuju masa depan ekonomi syariah yang lebih inklusif.
“Kami ingin ekonomi syariah tidak hanya berkembang, tetapi juga menghadirkan manfaat luas dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.












