Di sisi lain, peringatan juga diberikan kepada masyarakat agar tidak menunda pembelian tiket.
“Kalau sudah punya rencana pulang, segera beli tiket resmi. Jangan tergiur jalur tidak jelas,” tegasnya.
Seorang penumpang lain, Siti (29), mengaku sudah memesan tiket jauh hari.
“Takut kehabisan. Tahun lalu sempat tidak kebagian,” katanya.
“Sekarang lebih siap, biar tenang.”
PELNI juga mengingatkan pentingnya disiplin selama perjalanan.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab kami, tapi juga penumpang,” ujar Ditto.
“Tolong patuhi aturan di atas kapal.”
Dengan 25 kapal penumpang, ratusan rute, serta layanan kapal perintis hingga tol laut, PELNI tetap menjadi nadi transportasi laut nasional—terutama bagi wilayah terpencil.
Pada arus mudik sebelumnya, lebih dari 316 ribu penumpang telah terlayani. Kini, arus balik menjadi fase penutup sekaligus penentu.
Di antara debur ombak dan panjangnya perjalanan, satu hal tetap sama: keinginan untuk kembali—dan memulai lagi dari awal.












