OPINI

Beauty Privilege: Ketika Kecantikan Menentukan Nasib Perempuan

×

Beauty Privilege: Ketika Kecantikan Menentukan Nasib Perempuan

Sebarkan artikel ini

Namun di era modern, pandangan terhadap kecantikan berubah menjadi bentuk baru. Perempuan yang dianggap menarik sering kali memperoleh perlakuan lebih baik, kesempatan yang lebih besar, bahkan prioritas dalam industri pekerjaan yang mengutamakan penampilan. Media sosial juga memperkuat fenomena ini; wajah yang sesuai dengan standar kecantikan lebih mudah viral, mendapatkan engagement, atau mendapat peluang kerja. Walaupun terlihat menguntungkan, beauty privilege sebenarnya menciptakan jurang yang semakin lebar, karena hanya sedikit perempuan yang menikmati keistimewaan ini, sementara banyak perempuan lainnya merasa tidak cukup baik karena standar kecantikan kini semakin ketat, artifisial, dan berubah-ubah.

Meskipun bentuknya berbeda, satu hal tetap sama: tubuh perempuan selalu dijadikan objek yang dinilai dan ditentukan oleh pandangan publik. Sebagai perempuan, aku sendiri sering melihat bagaimana kecantikan menjadi tolok ukur nilai seseorang, bahkan tanpa kita sadari. Ada perempuan yang dihargai lebih dulu karena penampilannya, sementara yang lain harus bekerja dua kali lebih keras hanya untuk diakui. Rasanya tidak adil ketika kesempatan dan perlakuan baik bergantung pada penilaian visual yang sifatnya sementara dan tidak semua orang bisa memilikinya.

Yang paling menyedihkan, dampak dari sikap ini membuat banyak perempuan akhirnya merasa tidak cukup cantik, tidak cukup menarik, dan tidak cukup pantas. Padahal yang seharusnya “tidak cukup” adalah cara masyarakat memperlakukan perempuan berdasarkan penampilan semata. Perempuan berhak hidup tanpa harus mengejar standar yang tidak pernah bisa benar-benar mereka penuhi. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memandang perempuan bukan dari seberapa dekat mereka dengan standar kecantikan tertentu, melainkan dari kemampuan, pencapaian, dan suara mereka. Perempuan layak dihargai bukan karena wajahnya, tetapi karena kualitas dirinya yang sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *