Suasana diskusi berlangsung serius.
“Target pembangunan sekolah tahun ini harus tercapai, tapi kita juga tidak boleh mengabaikan risiko banjir,” kata salah satu perwakilan teknis.
“Betul. Kita harus pastikan dua-duanya berjalan—pembangunan selesai, lingkungan juga aman,” sahut peserta lainnya.
Fery menegaskan bahwa Pemprov Babel tidak hanya mendukung secara administratif, tetapi juga siap terlibat dalam solusi teknis jika diperlukan.
“Termasuk jika ada penyesuaian alur sungai, kami siap membantu. Yang penting ini bisa segera ditangani,” ujarnya.
Saat ini, proses lelang konstruksi masih berjalan. Sementara pembangunan SMA Unggul Garuda yang diluncurkan sejak Oktober 2025 terus dipacu agar rampung sesuai target.
Di tengah segala dinamika, rapat ini menjadi pengingat penting: bahwa membangun masa depan tidak hanya soal gedung dan fasilitas, tetapi juga tentang memastikan lingkungan yang aman dan berkelanjutan.
Karena sekolah terbaik bukan hanya yang megah—tetapi yang mampu berdiri kokoh, bahkan saat air datang menguji.












