Ketika Seni Butuh Rumah: Lobi Saparudin ke Menteri Kebudayaan di Momen HFN (E: Yosua.Asw)
YOGYAKARTA, LIPUTANSATU.COM, — Seni tanpa ruang adalah suara yang teredam. Dan itulah yang selama ini dirasakan Pangkalpinang—kota dengan potensi budaya, namun belum memiliki gedung kesenian yang layak.
Kesadaran itu mendorong Saparudin untuk bergerak. Di sela Peringatan Hari Filateli Nasional (HFN), Minggu (29/3/2026), ia bertemu langsung dengan Fadli Zon untuk menyampaikan satu kebutuhan mendasar: pembangunan Gedung Kesenian.
“Kami ingin ada ruang yang bisa menjadi pusat aktivitas seni budaya, baik untuk seniman lokal maupun nasional,” kata Saparudin.
Pertemuan itu berlangsung di tengah suasana kebudayaan yang kental. HFN bukan hanya perayaan, tetapi juga pengingat bahwa sejarah dan identitas bangsa harus terus dijaga—termasuk melalui seni.
Dalam diskusi, muncul percakapan yang menggambarkan realitas di lapangan.
“Selama ini kalau ada pentas, kami harus mencari tempat seadanya,” ungkap seorang pegiat seni.
“Ini yang harus kita ubah. Kota harus punya ruang ekspresi yang layak,” jawab Saparudin dengan nada tegas.
Respon positif datang dari Fadli Zon. Ia bahkan menyampaikan rencana kunjungan kerja ke Pangkalpinang untuk melihat langsung kesiapan lahan yang akan disediakan pemerintah daerah pada tahun 2026.






