By: Aswandi, ST, MM, C. Par., – Pendiri The Pelipas Institute, Jumat (20/3).
OPINI, PEKATNEWS.ID,— Ramadan telah berlalu. Pertanyaannya sederhana, tapi menghujam: apa yang tersisa?
Kita sering menyebut Idul Fitri sebagai hari kemenangan. Namun kemenangan sejati bukan soal pakaian baru, bukan pula sekadar berjabat tangan dan saling memaafkan. Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menundukkan hawa nafsu, mengendalikan diri, dan mendekatkan hati kepada Allah.
Lalu, apakah kita benar-benar menang?
Apakah setelah Ramadan shalat kita lebih terjaga, lisan kita lebih lembut, hati kita lebih bersih? Ataukah kita kembali seperti semula—lalai, ringan dalam dosa, dan jauh dari Tuhan?
Allah SWT telah mengingatkan: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99). Ibadah tidak berhenti di Ramadan. Ramadan adalah latihan, sementara kehidupan setelahnya adalah pembuktian.






