Antrean BBM Lumpuhkan Aktivitas Warga, DPRD Babel Minta Pertamina Segera Pulihkan Pasokan (E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU menjadi potret keresahan masyarakat Bangka Belitung dalam beberapa hari terakhir. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) tak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Melihat kondisi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mendesak PT Pertamina bergerak cepat untuk memulihkan distribusi BBM agar masyarakat tidak semakin dirugikan.
“Saya meminta Pertamina segera menyelesaikan persoalan ini dan melaporkannya ke pemerintah pusat. Jangan sampai kondisi ini terus berlarut karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil,” ujar Didit.
Menurutnya, kelangkaan BBM telah memunculkan berbagai persoalan baru. Selain antrean yang semakin panjang di SPBU, harga BBM eceran di sejumlah tempat melonjak hingga sekitar Rp20 ribu per liter, membuat beban masyarakat semakin berat.
Didit menilai situasi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Sebab, ketika pasokan BBM terganggu, aktivitas ekonomi ikut melambat, penghasilan pelaku usaha menurun, dan pelayanan kepada masyarakat ikut terdampak.
Sebagai bentuk respons cepat, Didit menghubungi langsung General Manager Pertamina melalui panggilan video. Dalam komunikasi itu, ia menunjukkan kondisi nyata di lapangan, mulai dari antrean kendaraan hingga keluhan masyarakat yang harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM.












