RKAB Habis, Bijih Timah Menumpuk, Komisi III DPRD Babel Desak PT Timah Segera Cari Solusi (P/E: Yosua.Asw)
JAKARTA, LIPUTANSATU .COM, — Persoalan pertambangan timah di Bangka Belitung kembali menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Komisi III mendatangi Kantor PT Timah di Jakarta, Selasa (14/7/2026), untuk meminta penjelasan langsung mengenai mandeknya RKAB, persoalan tumpang tindih lahan masyarakat di dalam IUP PT Timah, hingga upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Pertemuan tersebut berlangsung terbuka dan penuh dinamika. Berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat disampaikan langsung kepada jajaran direksi PT Timah.
Anggota Komisi III DPRD Babel, Imam Wahyudi, mengatakan pembahasan berjalan cukup panjang karena menyangkut persoalan strategis yang berdampak langsung terhadap perekonomian daerah dan kehidupan masyarakat.
Dalam rapat itu, Johan mempertanyakan terbatasnya kuota RKAB di Belitung meski stok bijih timah sudah menumpuk dalam jumlah besar.
Syarifah meminta kepastian mengenai mekanisme pelepasan lahan karena masih banyak rumah warga dan fasilitas umum yang berada di dalam kawasan IUP PT Timah.
Sementara Edi Nasapta menyoroti pentingnya penerapan teknologi pertambangan yang lebih ramah lingkungan, sedangkan Beliadi mendorong agar pembangunan industri hilirisasi timah dapat diwujudkan di Belitung Timur.
Direktur Operasi PT Timah mengakui bahwa perusahaan saat ini memang menghadapi tekanan cukup berat akibat belum keluarnya RKAB.













