“Satgasnya baru dibentuk, jadi kita akan rapat dulu. Setelah itu baru saya sampaikan hasilnya,” kata Bahlil.
Menurutnya, konversi kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik merupakan langkah penting dalam mengurangi polusi sekaligus mempercepat peralihan menuju energi bersih.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat penggunaan energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi dibentuk pemerintah guna mendorong implementasi program energi bersih secara lebih cepat dan terarah, termasuk konversi kendaraan bermotor konvensional.
Tugas satgas ini cukup besar. Pasalnya, jumlah sepeda motor berbahan bakar bensin di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 120 juta unit.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan program konversi ini dapat berjalan optimal dalam waktu tiga hingga empat tahun. Bahkan, pemerintah berharap implementasinya dapat berlangsung lebih cepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, baik dari sisi pengurangan emisi maupun efisiensi biaya energi.












