“Apa yang kita nikmati saat ini adalah warisan serta titipan untuk anak-cucu kita nanti. Karena itu, harus kita rawat dan lestarikan sehingga pada waktunya nanti mereka masih dapat menikmati hal yang sama atau bahkan lebih baik dari keadaan sekarang,” ucap Syamsuddin.
Syamsuddin juga mengajak masyarakat untuk melestarikan tradisi luhur asli Belitung. Dirinya juga berharap prosesi ini bisa menjadi edukasi bagi generasi muda untuk menghargai pelestarian alam dan laut sebai bentuk warisan leluhur.
“Mari terus kita lestarikan tradisi-tradisi luhur ini, karena inilah yang menjadi ciri khas dan daya tarik budaya kita,” imbuh Syamsuddin.
Acara ditutup dengan penampilan tari kolosal berjudul gubok berendam. Tarian ini berkisah tentang kehidupan masyarakat suku sawang pada masa lalu.
Prosesi Muang Jong sendiri merupakan bagian dari rangkaian Festival Muang Jong tahun 2025 yang mulai diselenggarakan sejak tanggal 1 hingga 9 oktober 2025. Festival ini diisi dengan sejumlah kegiatan lain seperti bazar UMKM, lomba-lomba, penampilan seni, bersih-bersih pantai dan sejumlah kegiatan lainnya.












