Didit menjelaskan, barang bukti tersebut saat ini disebut berada di gudang Bursa Timah. Untuk menjawab pertanyaan yang berkembang, DPRD Babel dan Satgas Trisakti akan berkoordinasi dengan Bursa Timah serta Kejati Babel agar Almaster dapat melihat langsung barang yang dimaksud.
“Alhamdulillah, pihak Satgas Trisakti akan berkoordinasi dengan Bursa Timah dan pihak Kejati supaya mereka bisa mengecek langsung apakah barangnya memang ada atau tidak,” ujarnya.
Bagi Didit, pengecekan langsung menjadi langkah penting untuk mengurai keraguan masyarakat. Sebab, transparansi bukan hanya soal menyampaikan berapa banyak timah yang diamankan, tetapi juga memastikan barang tersebut benar-benar dapat ditelusuri keberadaannya.
Pada akhirnya, publik hanya membutuhkan satu hal: kepastian.
Ketika angka mencapai ratusan ton, pertanyaan masyarakat pun menjadi semakin sederhana—barang itu ada di mana, dan apakah benar masih tersimpan sebagaimana yang disebutkan?
Kini, Almaster akan diberi ruang untuk melihatnya secara langsung. Dari situlah, angka-angka di atas kertas akan berhadapan dengan kenyataan di lapangan.













