Bangka SelatanBeritaPemerintahanUsaha

Tambang Ilegal Dikepung, Rakyat Berpaling: Sawit Bangkit Jadi Tumpuan Baru

×

Tambang Ilegal Dikepung, Rakyat Berpaling: Sawit Bangkit Jadi Tumpuan Baru

Sebarkan artikel ini

“Alhamdulillah sudah membantu. Sekitar 500 kilogram sekali panen,” ujarnya.

Baginya, sawit bukan hanya tanaman, tetapi harapan jangka panjang.

“Kami rawat dan tunggu. Ke depan pasti lebih banyak dan berat timbangannya,” katanya optimis.

Kini harga sawit di tingkat petani sudah mencapai Rp2.600 per kilogram. Kenaikan ini menjadi angin segar di tengah ketidakpastian sektor lain.

Pemerintah pun mulai memberi perhatian agar harga di tingkat petani terus meningkat. Jika konsisten, sektor sawit diyakini mampu mengangkat potensi ekonomi Bangka Belitung, berdampingan dengan sektor-sektor strategis lainnya.

Di tengah tekanan dan penertiban tambang ilegal, masyarakat kecil menatap masa depan dengan cara berbeda. Sawit menjadi simbol ketekunan dan harapan.

“Harapan kami sawit bisa memberikan kesejahteraan. Ayo semangat pejuang kesejahteraan,” pungkasnya.

Di antara debu tambang yang mulai mereda, tunas-tunas sawit tumbuh membawa asa baru bagi rakyat kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *