“Hasil survei menunjukkan kalau ingin mendapatkan sumber air harus menggunakan sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter. Bor biasa tidak bisa menemukan sumber air karena kontur tanahnya berbatu,” jelas Hastri.
Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada PT TIMAH atas kepedulian yang diberikan kepada dunia pendidikan, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar sekolah.
“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada PT TIMAH yang telah memberikan bantuan kepada sekolah kami. Bantuan ini akan digunakan untuk pembangunan sumur bor sehingga kebutuhan air bersih di sekolah dapat terpenuhi,” ujarnya.
Menurut Hastri, keberadaan sumur bor nantinya akan memberikan dampak besar terhadap kenyamanan proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan sanitasi bagi seluruh warga sekolah.
“Kami sangat berterima kasih karena bantuan yang kami ajukan mendapat respons yang baik. Bantuan ini menjadi solusi atas persoalan air bersih yang selama ini kami hadapi,” tambahnya.
Selain bantuan air bersih, pihak sekolah juga berharap kolaborasi dengan PT TIMAH dapat terus berlanjut melalui dukungan pembangunan panggung literasi atau panggung kreasi yang akan menjadi ruang bagi siswa mengasah kemampuan berbicara, bersastra, hingga menampilkan berbagai potensi seni.
“Setiap hari Jumat kami memiliki program Pentas Kreasi, tempat siswa menampilkan pidato, puisi, hingga kemampuan berbicara di depan umum. Kami berharap suatu saat nanti bisa memiliki panggung yang layak sehingga potensi anak-anak dapat berkembang lebih optimal,” tutup Hastri.













