“Kami ingin UMKM tumbuh sehat, tanpa tekanan bunga tinggi yang seringkali mematikan usaha kecil,” katanya.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Mamat Slamet Burhanuddin.
“Langkah Babel ini menunjukkan bahwa daerah bisa menjadi motor penggerak implementasi jaminan produk halal di Indonesia,” ujarnya.
Bagi para pelaku usaha, program ini bukan sekadar bantuan, tetapi harapan baru. Rika Safitri mengaku kini lebih optimistis mengembangkan usahanya.
“Dengan sertifikat halal, kami lebih yakin menawarkan produk ke pasar yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu, Dodi Radian melihat sertifikasi halal sebagai pintu menuju persaingan yang lebih sehat.
“Sekarang kami punya nilai tambah. Ini yang membuat kami lebih percaya diri,” ujarnya.
Di balik seremoni tersebut, tersimpan harapan besar: lahirnya UMKM Babel yang lebih kuat, lebih terpercaya, dan mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Sebab pada akhirnya, dari dapur-dapur kecil itulah, masa depan ekonomi Babel sedang dibangun.












