“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi. Kepedulian kepada anak yatim dan kaum dhuafa menjadi bagian dari nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga,” katanya.
Ia juga menilai kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat, terutama melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi kepemudaan.
“Ini bukti bahwa kebersamaan masyarakat masih sangat kuat. Karang Taruna, LPMK, tokoh masyarakat, RT, RW, hingga pelaku UMKM semuanya terlibat dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Syafarudin, kegiatan santunan tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi para penerima.
“Yang terpenting bukan hanya jumlah bantuannya, tetapi rasa kepedulian dan kebersamaan yang tumbuh dari kegiatan seperti ini,” katanya.
Ia berharap kegiatan berbagi di bulan Ramadan ini dapat terus menjadi tradisi baik yang dijaga bersama, sehingga semangat kepedulian sosial tetap hidup di tengah masyarakat.












