“Tanpa dukungan masyarakat, capaian itu tidak mungkin terwujud. Kami hanya memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” katanya.
Percakapan yang mengalir hangat itu juga menyentuh peran perantau sebagai penjaga budaya. Ia berharap masyarakat Babel di luar daerah tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga menjadi penghubung budaya.
“Bawa Bedulang ke mana pun kalian pergi. Jadikan itu kebanggaan,” pesannya.
Komitmen pemerintah pun ditegaskan kembali. Pelestarian budaya, menurutnya, bukan pilihan, melainkan kewajiban. Di tengah arus modernisasi, identitas harus tetap berdiri kokoh.
Sebagai penutup, Hidayat Arsani menyampaikan harapan sederhana namun mendalam.
“Selama kita saling menjaga, menjaga tradisi dan silaturahmi, Belitung akan selalu hidup dalam diri kita,” ucapnya, menutup rangkaian acara dengan penuh kehangatan.












