Penyaluran tidak berhenti pada tahap awal. Pemerintah kecamatan bersama pihak yang terlibat akan melihat perkembangan kebutuhan masyarakat. Jika kemarau terus berlangsung dan sumber air warga semakin terbatas, distribusi akan diperluas ke kawasan lain.
“Hari ini kita fokuskan untuk Lingkungan Sinar Baru, dan alhamdulillah warga sudah banyak yang mengambil, termasuk disalurkan ke fasilitas umum seperti sekolah dan masjid,” katanya.
Di Lingkungan Sinar Baru, bantuan tersebut langsung dirasakan manfaatnya. Kepala Lingkungan Sinar Baru Sunarto mengatakan, kemarau telah membuat warga menghadapi persoalan air yang semakin berat.
“Bagus sekali, ini sangat membantu masyarakat dan meringankan beban warga. Di musim kemarau seperti sekarang, banyak sumur warga yang airnya menyusut sehingga terjadi antrean untuk mendapatkan air, dan airnya pun sudah kotor,” ungkap Sunarto.
Warga, kata dia, terpaksa bergantian mengambil air menggunakan jeriken dan galon. Bagi sebagian keluarga, kondisi itu bukan sekadar merepotkan, tetapi juga menyita waktu dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar di rumah.
Di saat seperti itulah kolaborasi menjadi penting. Sebab, menghadapi kemarau tidak cukup hanya dengan menunggu hujan turun. Ada kebutuhan warga yang harus dijawab hari ini.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat dibangun melalui kerja bersama. PT TIMAH, Kecamatan Sungailiat, PDAM Tirta Bangka dan Kadin hadir membawa satu pesan sederhana: ketika air menjadi sulit didapat, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi kekeringan seorang diri.













