Saat ini, berbagai persiapan dilakukan secara intensif, mulai dari penataan fasilitas, penyempurnaan administrasi, penyediaan media informasi, hingga peningkatan kemampuan kader Posyandu agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Lomba ini tidak hanya menilai tertib administrasi, tetapi juga kompetensi kader posyandu. Saat ini kami terus melakukan berbagai persiapan dengan mengacu pada pengalaman pelaksanaan lomba sebelumnya,” ujarnya.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi dalam perlombaan, Saprul berharap konsep Posyandu 6 SPM benar-benar menjadi budaya pelayanan di tingkat desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Harapan kami, Posyandu 6 SPM tidak hanya sukses saat lomba, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari sehingga masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kepedulian PT TIMAH yang selama ini aktif mendukung berbagai kebutuhan masyarakat Tempilang, mulai dari kegiatan sosial, keagamaan, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan nelayan dan masyarakat desa.
“Terima kasih kepada PT TIMAH yang selalu hadir membantu masyarakat. Saat desa memiliki keterbatasan anggaran, PT TIMAH menjadi mitra yang turut meringankan kebutuhan masyarakat. Semoga PT TIMAH terus berkontribusi karena kami benar-benar merasakan perusahaan ini dekat dengan masyarakat,” tutup Saprul.












