Ia mengingatkan agar para ayah tidak menjadi pelaku kekerasan dalam rumah tangga. Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan gawai juga menjadi tanggung jawab penting orang tua di era digital saat ini.
Selain itu, pendidikan seksual kepada anak perlu diberikan sejak dini agar anak memahami bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain dan berani melapor jika mengalami tindakan yang tidak pantas.
Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah, Wiwik Susanti, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun keberhasilan itu tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan aktif para ayah.
Ia menegaskan tiga pesan utama dalam kegiatan tersebut. Pertama, laki-laki harus menjadi pelopor pencegahan kekerasan, bukan justru menjadi pelaku. Kedua, ayah perlu membangun komunikasi emosional yang sehat karena kasih sayang tidak mengurangi wibawa seorang laki-laki. Ketiga, suami dan istri harus berjalan sebagai mitra sejajar dalam membangun rumah tangga.
“Ketegasan tidak harus dengan kekerasan dan wibawa tidak dibangun di atas rasa takut,” tegas Wiwik.
Di akhir kegiatan, satu pesan penting terus digaungkan: anak-anak membutuhkan ayah yang hadir, bukan sekadar ada. Sebab dari rumah yang penuh kasih sayang, akan lahir generasi yang tumbuh aman, kuat, dan bermartabat.












