Deskripsi Gambar

Bangka SelatanBeritaPemerintahan

Saat Air Menipis dan Langit Tak Kunjung Menangis, Bangka Selatan Memilih Menengadah

×

Saat Air Menipis dan Langit Tak Kunjung Menangis, Bangka Selatan Memilih Menengadah

Sebarkan artikel ini

Namun realitas di lapangan menunjukkan satu hal: ikhtiar manusia memiliki batas.

Berbagai langkah telah dilakukan, tetapi hasil yang diharapkan belum sepenuhnya datang. Karena itu, menurut Riza, manusia harus tetap berusaha sembari menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

“Ikhtiar kita sebagai manusia biasa itu sudah kita lakukan, nah untuk hasil belum maksimal. Maka untuk hasil, mari kita berpasrah dan memohon doa kepada Allah SWT,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memperlakukan air seolah persediaannya tak akan pernah habis. Air harus digunakan secara bijak dan secukupnya.

Ia juga meminta masyarakat menjaga kebersamaan. Jika muncul persoalan akibat kemarau, pemerintah membuka ruang untuk mencari solusi bersama.

“Mari kita saling mendoakan, gunakan air secukupnya. Kalau nanti ada keluhan seperti apa, nanti kita coba bersolusi bersama-sama, karena situasi alam ini memang sangat susah ditebak,” pesan Riza.

Ada pula pesan yang lebih dalam dari Shalat Istisqa kali ini.

Riza mengingat bahwa lima tahun lalu Bangka Selatan pernah melaksanakan kegiatan serupa. Kini, setelah kemarau kembali menguji, manusia kembali diajak menyadari siapa dirinya.

“Mungkin Salat Istisqa ini sudah pernah kita lakukan lima tahun yang lalu, dan ini baru kita lakukan lagi. Artinya Allah sedang menguji kita selaku hamba-Nya agar ingat bahwa kita ini manusia biasa, penuh khilaf dan kita harus kembali mengingat Allah sehingga dosa-dosa kita diampuni Allah,” ungkapnya.

Kemarau memang membuat tanah retak, sumber air menyusut dan kehidupan terasa lebih berat. Tetapi di halaman Kantor Bupati Bangka Selatan pagi itu, ada sesuatu yang tetap tumbuh: harapan.

Harapan bahwa doa yang dipanjatkan bersama akan sampai ke langit. Harapan bahwa hujan segera turun. Dan harapan agar hujan itu bukan sekadar membasahi tanah, melainkan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Bangka Selatan.

“Mari kita terus berdoa dan berikhtiar. Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang berkah untuk Bangka Selatan,” pungkas Riza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *