“Ini adalah bentuk cinta dan perhatian kami. Gunakan bantuan ini dengan baik, dan tetap semangat belajar,” pesannya kepada anak-anak.
Tausiah yang disampaikan Ustaz Arbi memperdalam makna kegiatan. Ia menegaskan bahwa puasa adalah latihan pengendalian diri.
“Ramadan adalah sekolah kehidupan. Kendalikan diri, perbanyak ibadah, dan terus berbuat baik,” ujarnya.
Setelah tausiah, santunan dan bantuan diserahkan secara simbolis. Suasana haru dan bahagia menyelimuti ruangan, menjadi bukti bahwa Ramadan bukan sekadar tentang menahan diri, tetapi juga tentang berbagi dan menebar kasih.
Kehadiran Ketua Jalasenastri Babel Funky Yulindo, Ketua DWP Babel Sri Hidayati Fery Afriyanto, serta para pengurus organisasi perempuan semakin memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun generasi yang tangguh dan berakhlak.












