Sedangkan zakat mal dikenakan pada harta yang telah mencapai nisab dan haul, yang berfungsi membersihkan harta sekaligus menumbuhkan keberkahan dalam kehidupan.
“Kalau zakat fitrah membersihkan jiwa kita setelah Ramadan, maka zakat mal membersihkan harta yang kita miliki. Dua-duanya adalah jalan menuju keberkahan hidup,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah PT TIMAH mengangkat tema zakat dalam kegiatan Ramadan merupakan langkah yang sangat positif untuk menumbuhkan kesadaran beribadah di lingkungan kerja.
“Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya memperhatikan aspek profesional, tetapi juga nilai-nilai spiritual karyawannya,” ujarnya.
Suasana webinar berlangsung interaktif. Para karyawan tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, bahkan aktif menyampaikan pertanyaan terkait perhitungan zakat, jenis harta yang wajib dizakati, hingga tata cara penyalurannya.
Upaya PT TIMAH dalam mengedukasi karyawan tentang zakat juga mendapat pengakuan secara nasional. Pada tahun 2025 lalu, perusahaan ini menerima penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI atas kontribusinya dalam meningkatkan literasi zakat, infak, dan sedekah.
Apresiasi tersebut diberikan karena perusahaan secara konsisten memfasilitasi pembayaran zakat penghasilan bagi karyawan melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) BAZNAS PT TIMAH, sehingga penyalurannya lebih terarah dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan seperti ini, PT TIMAH berharap semangat berbagi di bulan Ramadan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya perusahaan yang membawa keberkahan bagi seluruh insan perusahaan dan masyarakat luas.












