Menurut Aden, dukungan PT TIMAH memberikan kontribusi penting terhadap pelaksanaan kompetisi. Apalagi perusahaan juga ikut menurunkan tim untuk bertanding.
“Dukungan PT TIMAH pada Liga Mentok Community Sport luar biasa. Selain bantuan dana, PT TIMAH juga mengirimkan Tim Processing and Refinery untuk bertanding di ajang ini,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan Lapangan Bina Jaya yang digunakan sebagai lokasi pertandingan dan diketahui merupakan aset PT TIMAH.
Bagi Aden, dukungan semacam ini penting untuk menjaga gairah sepak bola masyarakat. Sebab, bakat pemain lokal tidak akan berkembang jika tidak memiliki ruang untuk bertanding.
Karena itu, ia berharap PT TIMAH dapat meningkatkan dukungan terhadap sepak bola di wilayah Bangka Barat.
“Kami dari panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan moril maupun materil yang diberikan PT TIMAH dalam pertandingan sepak bola ini,” katanya.
Ia bahkan berharap ke depan lahir kompetisi yang cakupannya lebih besar.
“Harapan kami, PT TIMAH dapat menyelenggarakan event sepak bola sendiri ke depan, tidak hanya tingkat kecamatan, tetapi juga se-Kabupaten Bangka Barat,” harap Aden.
Liga MCS Jilid 5 pun menjadi bukti bahwa olahraga bisa menjadi bahasa yang mudah dipahami semua kalangan.
Tak perlu panggung megah. Tak perlu sekat jabatan.
Cukup sebuah lapangan, bola, pemain dan masyarakat yang datang untuk memberi dukungan.
Karena terkadang, membangun kebersamaan memang sesederhana berkumpul di pinggir lapangan dan bersorak untuk satu pertandingan.













