Perubahan mulai terasa setelah renovasi rampung.
“Dulu lantainya bolong, sekarang sudah rapi dan aman. Masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa khawatir,” ucap Yusufian.
Kini, gedung tersebut kembali menjadi ruang berkumpul yang hidup—tempat ide, kebersamaan, dan semangat masyarakat tumbuh kembali.
Lebih jauh, Yusufian mengungkapkan bahwa kehadiran PT TIMAH bukan hanya kali ini saja.
“Mereka sudah banyak membantu, dari sektor nelayan, pertanian, hingga pemuda. Bahkan penahan abrasi juga sangat membantu masyarakat,” jelasnya.
Harapan pun disematkan ke depan. “Kami ingin PT TIMAH terus berkembang dan semakin besar kontribusinya bagi masyarakat, khususnya di wilayah kami,” tutupnya.












