Tidak hanya menampilkan panorama wisata, peserta juga dapat mengangkat berbagai tema lain seperti budaya lokal, kuliner khas Belitung, aktivitas island hopping, hingga kondisi Belitung yang aman, nyaman, dan memiliki kualitas udara yang baik bagi wisatawan.
Menurut Sastra, vlog menjadi media promosi yang efektif karena mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih dekat dan mudah diterima masyarakat luas.
“Melalui media vlog, promosi yang dilakukan tidak hanya menampilkan keindahan destinasi, tetapi juga menyampaikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat mengenai potensi dan keunikan daerah,” katanya.
Ia berharap, kompetisi ini tidak hanya melahirkan karya kreatif, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap daerahnya sendiri.
Sementara itu, dukungan PT TIMAH dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah dan mendukung ruang kreativitas generasi muda.
Sebagai bentuk dukungan nyata, PT TIMAH memberikan hadiah bagi para pemenang Belitung Youth Competition 2026.
Melalui karya-karya sederhana dari tangan pelajar, Belitung perlahan dipromosikan dengan cara yang lebih segar, lebih dekat, dan lebih menyentuh hati banyak orang.












