BeritaNasionalPertambangan

PT TIMAH dan PERMINAS Buka Jalan Baru Hilirisasi, Bangka Belitung Disiapkan Jadi Pusat Mineral Strategis Nasional

11
×

PT TIMAH dan PERMINAS Buka Jalan Baru Hilirisasi, Bangka Belitung Disiapkan Jadi Pusat Mineral Strategis Nasional

Sebarkan artikel ini

PT TIMAH dan PERMINAS Buka Jalan Baru Hilirisasi, Bangka Belitung Disiapkan Jadi Pusat Mineral Strategis Nasional (E: Yosua.Asw)

JAKARTA, LIPUTANSATU.COM, — Dari tanah Bangka Belitung, Indonesia sedang menyiapkan masa depan baru industri mineral strategis nasional. Sebuah langkah besar dimulai ketika PT TIMAH (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau PERMINAS resmi menjalin kolaborasi strategis untuk pengembangan pengolahan slag timah dan rare earth elements (REE/LTJ).

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Conditional Framework bertajuk Sovereign Strategic Mineral Cooperation Framework Pengolahan Slag Timah, Monasit & REE/LTJ Bangka di Gedung Badan Pengaturan BUMN, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Direktur Utama PERMINAS Gilarsi Wahju Setijono dan Direktur Utama PT TIMAH Restu Widiyantoro menandatangani langsung kerja sama tersebut yang turut disaksikan Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto.

Kerja sama ini menjadi bagian penting dari agenda besar pemerintah dalam mempercepat hilirisasi mineral strategis dan memperkuat kedaulatan industri nasional di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis.

Di balik kerja sama itu, tersimpan ambisi besar: mengubah slag timah yang selama ini dianggap limbah menjadi sumber daya strategis bernilai tinggi untuk masa depan industri Indonesia.

Direktur Utama PERMINAS, Gilarsi Wahju Setijono, mengatakan kolaborasi ini merupakan hasil perjuangan panjang dan pembahasan intensif antara kedua perusahaan.

“Hari ini cukup membahagiakan karena setelah perjuangan panjang akhirnya kita menyepakati sebuah kolaborasi antara PT TIMAH dan PERMINAS. Ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah konkret untuk memulai perjalanan baru dalam membangun kedaulatan mineral Indonesia,” katanya.

Menurutnya, pengembangan pengolahan slag timah dan rare earth elements akan diarahkan menjadi kemitraan strategis jangka panjang dengan dukungan penguatan teknologi pengolahan mineral.

“Teknologi pengolahan ini memang cukup strategis dan selama ini banyak dikunci oleh negara lain. Karena itu kami berupaya menghadirkan partner yang tepat agar proses pengolahan bisa dipercepat,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT TIMAH, Restu Widiyantoro, menyebut kerja sama ini membuka peluang perusahaan untuk naik kelas dalam industri mineral strategis nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *