Ia pun menyesuaikan strategi: mengurangi stok barang berisiko, lebih selektif memilih produk, dan fokus pada kebutuhan yang benar-benar dicari pasar. Di tengah keterbatasan, ketahanan menjadi kunci.
Perjalanan itu semakin kuat ketika dukungan datang. Melalui program kemitraan PT TIMAH (Persero) Tbk, Bohal memperoleh akses permodalan pada 2025—sesuatu yang selama ini menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM.
Baginya, bantuan itu bukan sekadar angka, melainkan kepercayaan untuk terus melangkah.
Ke depan, Bohal tak ingin berhenti di sini. Ia berencana memperluas jenis usaha, termasuk kemungkinan menjual furnitur. Ia juga memupuk harapan agar usahanya kelak mampu menciptakan lapangan kerja.
Di tengah segala keterbatasan, kisah Bohal adalah tentang ketekunan yang menemukan jalannya. Tentang usaha kecil yang menyalakan cahaya bagi lingkungannya.
“Semoga program seperti ini terus ada, agar lebih banyak UMKM bisa berkembang dan ekonomi daerah semakin hidup,” ujarnya.












