Kesempatan mengikuti pameran tidak hanya meningkatkan penjualan selama acara berlangsung, tetapi juga membuka jaringan pelanggan baru. Dalam satu kali pameran, omzet yang diraihnya berkisar Rp7 juta hingga Rp10 juta, bahkan berlanjut dengan pesanan melalui platform daring.
“Sering kali produk kami habis terjual. Setelah pameran selesai pun masih banyak yang memesan secara online,” ungkapnya.
Menurut Asriani, pameran menjadi media promosi yang sangat efektif. Produk Rusip Asri kini semakin dikenal di berbagai daerah, dengan penjualan mencapai 300 hingga 500 botol.
Ia pun mengapresiasi perhatian PT TIMAH yang tidak hanya memberikan ruang promosi, tetapi juga mendukung kebutuhan peserta melalui fasilitas transportasi dan akomodasi.
“Pendampingan PT TIMAH sangat berarti bagi kami. Dengan dukungan ini, kami bisa fokus memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha,” katanya.
Asriani berharap kesempatan mengikuti berbagai pameran terus diperluas agar semakin banyak UMKM Bangka Belitung mampu tumbuh, naik kelas, dan menjadi kebanggaan daerah.
“Semoga PT TIMAH terus mendampingi UMKM agar semakin maju dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” tutupnya.













