Menurutnya, pemberdayaan ekonomi melalui penguatan UMKM, bantuan permodalan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga penanganan stunting perlu terus menjadi prioritas dalam program perusahaan.
Sementara itu, Kepala Desa Lalang, Muhammad, menyebut FGD menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat secara langsung kepada perusahaan.
Ia mengatakan berbagai program PT TIMAH, seperti bantuan rehabilitasi rumah, dukungan pendidikan, hingga bantuan biaya pengobatan, telah memberikan manfaat nyata bagi warga.
Di Kabupaten Belitung, Sekretaris Daerah Marzuki berharap program pemberdayaan PT TIMAH mampu menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui peningkatan kapasitas, keterampilan, dan produktivitas.
“Kami berharap program yang dijalankan dapat benar-benar memberdayakan masyarakat sehingga mereka memiliki penghasilan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Marzuki, pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah harus didukung dengan penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Lassar, Triska Arafat. Ia mengapresiasi berbagai program PT TIMAH yang telah dirasakan masyarakat, seperti penanaman mangrove dan bantuan hewan kurban.
Ke depan, ia berharap sinergi semakin diperluas melalui pengembangan BUMDes pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga desa wisata sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Sebelumnya, PT TIMAH juga telah melaksanakan pembahasan RIPPM di Pulau Bangka yang melibatkan Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, dan Kabupaten Bangka. Melalui rangkaian konsultasi publik ini, perusahaan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat agar setiap program pemberdayaan benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.













