Meski dihantui rasa cemas, Wahab tetap berusaha kuat demi kesembuhan putranya. Operasi yang dijalani Habibi sekitar tiga bulan lalu akhirnya berjalan lancar.
“Alhamdulillah operasinya berhasil. Sekarang Habibi masih dalam proses pemulihan dan tetap harus kontrol rutin ke Batam,” katanya penuh syukur.
Namun perjuangan belum usai. Sebagai pedagang kaki lima dengan penghasilan terbatas, Wahab harus memikirkan biaya perjalanan, pengobatan, hingga kebutuhan hidup selama berada di Batam.
“Kalau berhari-hari di Batam tentu biayanya lumayan besar. Sementara saya hanya jualan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Dalam kondisi itulah bantuan dari PT TIMAH menjadi sangat berarti. Bantuan tersebut membantu keluarga Habibi menjalani proses pengobatan dengan sedikit lebih tenang.
“Dengan adanya bantuan ini, Alhamdulillah kami cukup terbantu untuk biaya akomodasi dan pengobatan lanjutan Habibi,” ucapnya.
Kisah Habibi menjadi gambaran bahwa di tengah keterbatasan, kepedulian masih hadir dan memberi kekuatan bagi mereka yang sedang berjuang. Bagi Abdul Wahab, bantuan itu bukan sekadar materi, tetapi juga tanda bahwa keluarganya tidak sendiri menghadapi cobaan hidup.
“Harapan kami ke depan, semoga PT TIMAH bisa terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.












