“Yang berat itu biaya perjalanan dan tempat tinggal selama pengobatan. Dalam waktu dekat kami juga harus kembali lagi ke Batam untuk tindakan medis,” ujarnya.
Meski begitu, secercah harapan mulai muncul. Kondisi Zuliaifanda perlahan membaik. Jika sebelumnya sang bayi sulit makan dan terus muntah akibat lemahnya fungsi jantung, kini kesehatannya mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Sekarang sudah ada perubahan. Kami berharap kondisinya bisa semakin normal karena nanti akan dilakukan tindakan operasi,” ungkapnya.
Bantuan dari PT TIMAH pun menjadi angin segar bagi keluarga tersebut. Zuljefri mengaku bersyukur karena bantuan itu sangat membantu mereka melanjutkan proses pengobatan anaknya.
“Alhamdulillah, bantuan dari PT TIMAH sangat membantu kami, terutama untuk biaya transportasi dan akomodasi. Terima kasih karena sudah membantu kami di tengah kesulitan untuk melanjutkan pengobatan anak kami,” tuturnya.
Kisah kecil dari Desa Kundur ini menjadi pengingat bahwa di balik angka dan program perusahaan, ada harapan hidup yang sedang diperjuangkan. Dan bagi keluarga Zuliaifanda, uluran tangan itu berarti kesempatan untuk terus berjuang demi kesembuhan sang buah hati.












