“Perempuan memiliki peran strategis. Ketika mereka sehat dan berdaya, maka keluarga dan masyarakat pun akan ikut kuat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Seminar kesehatan, donor darah, dan bakti sosial dinilai sebagai bentuk kepedulian yang harus terus digelorakan.
“Program seperti ini tidak boleh berhenti di satu momentum. Harus terus berlanjut agar dampaknya benar-benar terasa,” tegasnya.
Lebih jauh, Agustu berharap komunitas Ibu Muda Berkarya dapat menjadi penggerak utama dalam membangun kesadaran dan partisipasi perempuan di Pangkalpinang.
“Kami ingin melihat lebih banyak perempuan yang terlibat aktif, saling menguatkan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial,” ucapnya.
Seminar ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari kesadaran kecil—dari seorang ibu yang memahami kesehatan, hingga lahir masyarakat yang lebih kuat dan produktif. Di Pangkalpinang, perempuan tidak hanya berdiri sejajar, tetapi juga bergerak memimpin perubahan.












