Pemkot Pangkalpinang Tancap Gas Kejar 300 Unit BSPS 2026 (E: Yos.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM,– Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus mengakselerasi realisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Konsolidasi Usulan BSPS TA 2026 yang digelar di Ruang Pertemuan Bapperida Pangkalpinang, Jumat (30/1/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna. Turut hadir Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pangkalpinang M. Bellly Jawari, serta para camat dan lurah se-Kota Pangkalpinang.
Kepala Dinas Perkim, Bellly Jawari, memaparkan bahwa penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) merupakan bagian dari Program Strategis Nasional pembangunan tiga juta rumah. Dari total target nasional tersebut, satu juta unit dialokasikan untuk kawasan perkotaan, termasuk Pangkalpinang, dengan sasaran utama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pada tahap awal, Pemkot Pangkalpinang mengusulkan sebanyak 460 unit rumah. Namun setelah dilakukan pemutakhiran data dan verifikasi melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU), jumlah usulan meningkat menjadi 602 unit.
“Dari 602 unit yang diusulkan, sebanyak 249 unit masuk kategori eligible pada desil 1–4. Sementara pada tahap pertama, yang telah terverifikasi dan dialokasikan sebanyak 131 unit,” jelas Bellly.
Ia menambahkan, sesuai ketentuan terbaru BSPS tahun 2026, setiap kelurahan minimal harus mengusulkan 10 unit rumah agar dapat diintervensi. Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan di lapangan, nantinya akan dibentuk kelompok penerima bantuan di masing-masing wilayah.
Berdasarkan data sementara, Pangkalpinang memperoleh alokasi 300 unit BSPS pada tahap pertama. Dengan capaian 131 unit yang telah terverifikasi, masih terdapat sisa alokasi sebanyak 169 unit yang perlu dikejar agar memenuhi kriteria eligible.






