Menurutnya, berbagai persoalan masyarakat seperti sawit, pupuk hingga sektor pertambangan harus terus diperjuangkan melalui kerja politik yang berpihak kepada rakyat.
“Kader PDIP harus selalu berada di tengah masyarakat. Itulah makna perjuangan Marhaenisme yang sesungguhnya,” ujarnya.
Didit juga menjelaskan sejarah lahirnya ajaran Marhaenisme yang diambil dari sosok petani sederhana bernama Marhaen, simbol rakyat kecil yang bekerja keras dan hidup dari hasil usahanya sendiri.
Anggota DPR RI Rudianto Tjen turut memberikan motivasi kepada para kader. Ia mengaku bangga melihat kekompakan PDIP Bangka Barat yang dinilainya menjadi modal penting membangun kesejahteraan masyarakat.
“Jaga persatuan dan terus bantu rakyat. Program kesehatan seperti BPJS Gratis dan Operasi Katarak Gratis adalah bukti bahwa perjuangan politik harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Babel Imam Wahyudi menegaskan bahwa kemenangan partai harus dibangun melalui kerja organisasi yang nyata hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan.
“Basis kemenangan adalah kader yang aktif, terdata melalui KTA, serta bekerja secara nyata. Dari situlah kemenangan akan lahir,” ujarnya.
Acara berlangsung penuh semangat. Tepuk tangan berkali-kali menggema mengiringi pidato para pimpinan partai. Sorak “Merdeka!” mengguncang lokasi kegiatan sebagai penutup rangkaian pelantikan.
“Kami siap memenangkan PDIP di Bangka Barat. Semangat gotong royong akan terus kami jaga demi rakyat dan demi kemenangan pada Pemilu maupun Pilkada mendatang,” ujar salah seorang kader yang disambut riuh seluruh peserta.













