Bagi Agustu, pelatihan kepemimpinan tidak hanya mencetak kader organisasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang tangguh, toleran, dan siap menghadapi tantangan zaman, terutama di tengah derasnya arus perubahan sosial dan digital.
“Pemkot Pangkalpinang terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan untuk bersama-sama membangun masyarakat yang harmonis dan maju,” ujarnya.
Ketua Panitia Hendrik menyebut kegiatan berlangsung hingga 17 Mei 2026 dengan dukungan berbagai sponsor dan donatur. Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi pribadi yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Di sela kegiatan, turut dilakukan penandatanganan kerja sama antara Komisi Nasional Disabilitas dengan Komda Babel, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, serta nota kesepahaman dengan Bawaslu RI sebagai bentuk penguatan sinergi kelembagaan.
Sementara itu, Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus, mengingatkan bahwa Pemuda Katolik yang berdiri sejak 1945 terus berkembang menjadi organisasi independen yang fokus pada kaderisasi, pembangunan berkelanjutan, hingga isu green economy.
“Selamat berproses untuk teman-teman semua, khususnya Komda Babel,” ucap Stefanus.
Lebih dari sekadar agenda organisasi, kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa keberagaman dapat menjadi energi pemersatu bangsa. Dari Pangkalpinang, semangat toleransi dan kepemimpinan muda kembali digaungkan untuk Indonesia.












