“Personel harus aktif memberi imbauan. Pasang tanda larangan berenang di area berbahaya. Kita tidak ingin ada korban saat masyarakat sedang berlibur,” katanya.
Dalam strategi komunikasi, pendekatan humanis juga menjadi perhatian. Narasi yang disampaikan kepada publik harus mampu menenangkan, bukan memicu kekhawatiran.
“Kata-kata itu penting. Gunakan ‘antrian’, bukan ‘kemacetan’. Kita harus membangun rasa aman melalui informasi,” jelasnya.
Seorang warga yang ditemui di pusat perbelanjaan mengaku merasa lebih nyaman dengan kehadiran polisi.
“Kalau ada petugas, kita jadi lebih tenang. Apalagi saat ramai seperti ini,” ujarnya.
Agus juga mengingatkan pentingnya dokumentasi sebagai bentuk akuntabilitas kinerja.
“Apa yang kita lakukan harus terlihat oleh masyarakat. Tapi pastikan semua konten sudah disaring dengan baik sebelum dipublikasikan,” katanya.
Menutup arahannya, ia menekankan integritas sebagai fondasi utama dalam bertugas.
“Jaga sikap, jaga tindakan. Jangan sampai kehadiran kita justru menimbulkan masalah. Kita ada untuk memastikan Lebaran berjalan aman,” tutupnya.












