Ia memaparkan, strategi pembiayaan akan difokuskan pada peningkatan akses dana transfer pusat, penerapan skema berbasis kinerja, kemitraan public-private partnership, serta pemanfaatan pembiayaan tematik untuk mendukung pengembangan ekonomi hijau dan biru. Pendekatan ini dinilai krusial agar prioritas pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, desa dan kelurahan di Toboali mengajukan berbagai usulan yang didominasi pembangunan infrastruktur dasar seperti peningkatan jalan lingkungan, perbaikan drainase, serta sarana publik pendukung aktivitas ekonomi.
Di sektor kesehatan, fokus diarahkan pada peningkatan fasilitas pelayanan dasar, penguatan puskesmas, serta dukungan operasional posyandu. Sementara pada bidang pendidikan, usulan mencakup rehabilitasi ruang belajar, pengadaan sarana pembelajaran, dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Sekretaris Bappelitbangda menegaskan seluruh usulan akan melalui proses verifikasi dan penentuan prioritas berdasarkan urgensi dan kesesuaian dengan arah kebijakan pembangunan 2027 yang berorientasi pada penguatan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah pesisir dan daratan.
Sebagai forum penutup Musrenbang kecamatan, Toboali diharapkan menjadi simpul integrasi aspirasi masyarakat dengan kebijakan strategis kabupaten—sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan ekonomi hijau dan biru dapat tumbuh seiring dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.












