Secara khusus, Ari Sutanto menempatkan Kecamatan Kepulauan Pongok sebagai poros pengembangan blue economy. Strategi yang disiapkan mencakup penguatan sektor perikanan, ekonomi pesisir, infrastruktur maritim, serta pengembangan wisata bahari berbasis konservasi.
“Potensi kelautan Pongok sangat besar. Kita dorong agar sektor ini tidak hanya menghasilkan, tetapi juga memberi nilai tambah dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain sektor kelautan, pembangunan daerah juga difokuskan pada peningkatan kualitas SDM, penguatan pertanian dan perikanan, pengembangan UMKM, serta pemerataan pembangunan antarwilayah.
Sebagai wilayah kepulauan, pemerataan akses menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Pembangunan harus dirasakan merata. Masyarakat di wilayah kepulauan harus mendapatkan layanan infrastruktur dan pelayanan dasar yang setara,” tambah Ari.
Sebelumnya, Musrenbang RKPD 2027 telah dilaksanakan di Kecamatan Air Gegas pada 9 Februari dan Kecamatan Payung pada 10 Februari. Kedua wilayah tersebut diarahkan sebagai kawasan penguatan green economy melalui pertanian berkelanjutan, hilirisasi komoditas lokal, UMKM ramah lingkungan, serta penguatan sektor perkebunan dan peternakan.
Dengan rangkaian Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat darat maupun pesisir.












