“Terima kasih atas bantuannya. Peci dan sarung ini akan saya gunakan untuk ibadah. Semoga PT TIMAH terus membantu santri seperti kami,” katanya penuh harap.
Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian, tetapi juga dorongan moral yang membuatnya semakin yakin untuk terus melangkah.
Hal senada diungkapkan Revan Noverdi (15). Dengan nada haru, ia mengaku tidak menyangka akan menjadi penerima bantuan.
“Terima kasih PT TIMAH, semoga semakin sukses. Bantuan ini akan saya tabung untuk kebutuhan nanti,” ucapnya.
Tak berhenti di sana, Safari Ramadan ini juga menjadi wujud kepedulian yang lebih luas. Ratusan anak yatim, piatu, dan duafa turut menerima bantuan. Ribuan paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk lansia, marbot masjid, hingga guru ngaji.
Melalui langkah ini, PT TIMAH menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Di balik setiap bantuan yang diberikan, tersimpan doa-doa yang mengalir—menguatkan harapan, menyulam kebersamaan, dan menyalakan cahaya kebaikan yang tak padam.












