Apresiasi juga datang dari Lurah Sungailiat, Khoiri. Menurutnya, pelatihan tersebut sangat tepat sasaran karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pesisir yang memiliki akses dekat terhadap sumber daya laut.
“Program ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis hasil laut. Kami berharap ke depan pelatihan serupa dapat diperluas dengan materi pengemasan dan pemasaran sehingga produk lokal memiliki daya saing yang lebih baik,” ujarnya.
Sebagai narasumber, Dina Maria dari Getas Afifah melihat besarnya potensi yang dimiliki para peserta. Antusiasme yang tinggi membuat proses pelatihan berjalan interaktif dan produktif.
“Peserta sangat antusias dan hasil olahan yang dibuat sudah cukup baik. Dengan terus berlatih dan mengembangkan kualitas produk, hasilnya berpotensi untuk dipasarkan dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” jelasnya.
Bagi para peserta, pelatihan ini bukan sekadar belajar membuat produk baru, tetapi juga membuka cakrawala tentang peluang usaha yang dapat dikembangkan dari rumah.
Salah satu peserta, Siti Fatimah, mengaku bersyukur mendapatkan ilmu baru yang sebelumnya belum pernah ia pelajari.
“Alhamdulillah kami mendapatkan ilmu baru yang bisa dipraktikkan di rumah. Ke depan tidak menutup kemungkinan hasil olahan ini bisa kami jual, baik secara kelompok maupun mandiri untuk menambah penghasilan keluarga,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, PT TIMAH tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa potensi lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi. Dari pesisir Sungailiat, langkah kecil itu kini mulai mengarah pada cita-cita besar: masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera melalui pemanfaatan kekayaan laut yang dimiliki daerahnya.












