Pemerintah, kata dia, terus mendorong transformasi pendidikan melalui berbagai kebijakan strategis. Pembelajaran mendalam, digitalisasi, revitalisasi sekolah, hingga peningkatan kualitas guru menjadi bagian dari upaya besar tersebut.
Namun, Saparudin mengingatkan, kemajuan pendidikan tidak boleh mengabaikan aspek dasar: rasa aman bagi peserta didik.
“Tidak boleh ada perundungan, tidak boleh ada kekerasan. Sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak-anak tumbuh dengan bahagia dan percaya diri,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap upaya peningkatan kompetensi guru, terutama dalam menghadapi era digital. Penguasaan teknologi, coding, hingga kecerdasan artifisial dinilai menjadi bekal penting untuk mendidik generasi masa depan.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen—pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga media—untuk bersinergi. Sebab pendidikan, pada akhirnya, adalah tanggung jawab bersama.
“Hardiknas bukan hanya peringatan. Ia adalah pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini di dunia pendidikan,” pungkasnya.












