Sementara itu, Harman, Ketua Kelompok Nelayan Penganak Air Gantang, merasakan langsung manfaat bantuan mesin tempel dan perlengkapan lainnya.
“Sekarang nelayan bisa melaut lebih jauh. Ini sangat membantu meningkatkan hasil tangkapan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pandangan penting tentang harmoni antara sektor pertambangan dan nelayan.
“Keduanya bisa berjalan bersama jika ada pengelolaan yang baik dan saling menghargai,” tegasnya.
Tak hanya laut, akses menuju kehidupan nelayan pun diperhatikan. Di kawasan Penyusuk, Belinyu, perbaikan jalan yang dilakukan PT TIMAH menjadi urat nadi baru bagi aktivitas masyarakat.
Siswantoro, Kepala Lingkungan setempat, mengungkapkan bahwa jalan tersebut sangat penting bagi nelayan.
“Dulu rusak parah dan membahayakan. Sekarang lebih layak dan sangat membantu aktivitas warga, terutama nelayan,” katanya.
Ia menilai, perbaikan ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga mendorong roda ekonomi masyarakat.
Melalui berbagai langkah ini, PT TIMAH menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tak hanya diukur dari capaian bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Di pesisir, di antara debur ombak dan angin laut, jejak itu kini terasa—menguatkan, menjaga, dan memberi harapan.












