Hal yang sama dirasakan Dwi Friska Romauli S yang kini diterima di Universitas Diponegoro. Ia menyebut keberhasilannya sebagai kombinasi dari kerja keras, doa, dan lingkungan yang mendukung.
“Di asrama, saya bisa fokus mengembangkan diri tanpa harus khawatir soal biaya. Semua fasilitas benar-benar membantu,” katanya.
Sementara itu, Reza Dwi Ariyanto menorehkan capaian membanggakan dengan diterima di Institut Teknologi Bandung. Baginya, program pembinaan seperti Minducation X Timah menjadi bekal penting dalam menyusun strategi belajar.
“Coaching dan bimbel membuat saya lebih siap dan percaya diri menghadapi seleksi,” ujarnya.
Kesuksesan ini memperlihatkan bahwa pendidikan yang terarah mampu membuka jalan bagi siapa saja, termasuk mereka yang berasal dari daerah. Pemali Boarding School hadir bukan hanya sebagai fasilitas, tetapi sebagai jembatan menuju masa depan.
Para siswa pun menitipkan pesan sederhana namun kuat: jangan berhenti berusaha, tetap disiplin, dan manfaatkan setiap peluang yang ada.
Sebab pada akhirnya, mimpi bukan milik mereka yang paling dekat dengan pusat—melainkan milik mereka yang paling gigih mengejarnya.












