Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada angka.
Wiwin ingin kesejahteraan petani plasma semakin terjamin, tidak ada lagi anak putus sekolah di Desa Jeriji, pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau, serta generasi muda memiliki ruang untuk berkembang dan berkarya.
“Saya ingin desa ini menjadi tempat yang nyaman untuk tumbuh. Anak-anak bisa sekolah tanpa khawatir biaya, masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, petani semakin sejahtera, dan pemuda memiliki kesempatan membangun masa depan di kampungnya sendiri,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat meninggalkan perbedaan pilihan politik dan kembali bersatu membangun Desa Jeriji.
“Pilkades sudah selesai. Sekarang saatnya kita bergandengan tangan. Saya membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat agar cita-cita membangun desa bisa benar-benar terwujud,” katanya.
Suasana hangat di warung kopi semakin cair ketika salah seorang pengunjung, Egi, menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna.
“Selamat bekerja, Wiwin. Kami akan mendukung, tapi kami juga akan mengawal. Tunjukkan bahwa pilihan masyarakat memang tidak salah,” ujarnya.
Kalimat itu disambut senyum Wiwin, seolah menjadi pengingat bahwa kemenangan hanyalah awal dari perjalanan panjang untuk menghadirkan perubahan nyata bagi Desa Jeriji.












