Ia juga menilai jenis tanaman seperti aren tidak hanya berfungsi secara ekologis, tetapi memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Fifin Maliana, mengatakan kegiatan penghijauan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi luas lahan kritis di Kecamatan Belinyu yang saat ini mencapai sekitar 11.000 hektare atau 21,5 persen dari total wilayah kecamatan.
“Berdasarkan data terbaru, luas lahan kritis di Kecamatan Belinyu mencapai sekitar 11.000 hektare atau sekitar 21,5 persen dari total wilayah kecamatan. Tentunya pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan, namun kegiatan seperti ini menjadi langkah penting untuk mengurangi lahan kritis secara bertahap,” ujarnya.
Baginya, rehabilitasi tidak boleh berhenti pada proses penanaman semata, tetapi harus dibarengi dengan pemeliharaan yang berkelanjutan melalui keterlibatan kelompok tani dan masyarakat.
Ketua Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Romodong Bersatu, Abu Bakri, memastikan pihaknya siap mengambil peran dalam menjaga pohon-pohon yang telah ditanam agar benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Kalau lahan kosong dibiarkan terus, lama-kelamaan akan rusak. Karena itu penanaman pohon menjadi langkah yang sangat baik untuk masa depan lingkungan dan tentu ini perlu dirawat agar bisa tumbuh subur dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Lurah Romodong, Meirfransyah, yang berharap aksi rehabilitasi seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama memulihkan lingkungan yang lebih sehat dan lestari.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini karena memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Semoga program rehabilitasi seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lokasi-lokasi lain yang membutuhkan pemulihan,” tuturnya.












