Menurutnya, keberhasilan Lapas Pangkalpinang mengembangkan berbagai tanaman produktif seperti semangka dan melon membuktikan bahwa lahan yang dikelola dengan baik mampu menghasilkan manfaat yang besar.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Pangkalpinang akan menyiapkan sejumlah lokasi di kawasan Kelurahan Tua Tunu sebagai area pengembangan pertanian masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana lahan kosong yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diubah menjadi sumber pangan keluarga.
Tidak berhenti pada distribusi pupuk kompos, program ini juga akan diikuti dengan pembentukan kelompok masyarakat yang mendapatkan edukasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik secara mandiri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Harapannya, masyarakat mampu mengelola lahannya sendiri dengan dukungan bibit tanaman dan pupuk kompos, sehingga tercipta kemandirian pangan dari lingkungan rumah tangga,” ujar Prof. Saparudin.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Dari Tua Tunu, sebuah gerakan kecil sedang disiapkanāgerakan yang menanam bibit harapan, menumbuhkan kemandirian, dan memanen manfaat bagi masa depan warga Pangkalpinang.












